Kagome

Kagome
my favorite image
Tampilkan postingan dengan label Peranan IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peranan IT. Tampilkan semua postingan

KONSEP PEMBELAJARAN ELEKTRONIK LEARNING

Minggu, 03 Juli 2011

Berbagai teknologi dan aplikasi tercipta dalam upaya pendukung kegiatan oprasional kehidupan manusia maupun organisasi termasuk kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah. Berikut beberapa hal tentang media informasi dalam pembelajaran:
A.        Pengertian Teknologi Informasi dalam Pembelajaran
Richard Weiner dalam Websters New Word Dictionary and Communications disebutkan bahwa media informasi adalah pemrosesan, pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi computer dan telekomunikasi. Teknologi informasi (TI) menitik beratkan bagaimana data diolah dan diproses dengan menggunakan computer dan telekomunikasi.
Apabila TI alat untuk menambah kemampuan orang berkomunikasi, maka TI adalah pengerjaan data oleh computer dan telekomunikasi. Dalam konteks yamg lebih luas, TI merangkum semua aspek yang berhubungan dengan computer dan komunikasi dan teknik yang dugunakan untuk menangkap, menyimpan, memanipulasi, mengantar dan mempersembahkan suatu informasi yang besar.  Computer yang mengendalikan semua bentuk ide dan informasi memainkan peran yang sangat penting (Munir, 2004).
Akhirnya Elektronik Learning dapat di definisikan upaya menghubungkan pembelajaran (siswa dengan sumber pembelajaran (data base, guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah. Interaktivitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung.
B.        Hakikat Teknologi Informasi
TI (teknologi informasi) dapat menjadi pendorong kearah kemajuan bangsa. Salah  satu dampak tersebut adalah perkembangan pembangunan di bidang pendidikan. Ini merupakan jembatan menuju bangsa yang maju dimana mereka dapat memiliki alat yang membantu mereka mengembangkan usaha dan menikmati hasilnya secara mudah dan merata. Di era global sekarang ini tidak ada lagi sekat dalam hal akses informasi semua lapisan masyarakat punya kesempatan mengembangkan diri dalam segala hal.
Peran dunia pendidikan menjadi pintu utama untuk menyaring, mentransper dan memberikan constraints sehingga nilai tradisional yang positif tidak mudah terkikis.
Menurut data terakhir pada tahun 1999 lebih dari 100 juta orang menggunakan internet dan jumlah tersebut masi akan bertambah, seiring dengan bertambahnya kesadaran orang akan perlunya informasi dan semakin banyaknya kemudahan yang bisa didapat dari internet.
Situs khusus dalam dunia pendidikan ialah situs Sekolah 2000 yang semula SMU 2000, ini situs pendidikan terbesar tumbuh dari inisiatif APJII (Asosiasi Pengusaha Jaringan Internet Indonesia), mendapat dukungan dari Depdiknas dan Swasta lainnya. Dengan dukungan Depdiknas tersebut Sekolah 2000 membentuk komunitas pendidikan dengan 404 sekolah SLTP, SMUdan AMK Negri atau swasta yang tersebar di 20 propinsi (Sekolah.2000.or.id, Mei, 2001).
C.        Konsep Pembelajaran melalui Teknologi Informasi
Penggunaan internet untuk keperluai pendidikan yang semakin luas terutama di negara maju, merupakan fakta yang menunjukan bahwa dengan media ini dimungkinkan terselenggaranya proses pembelajaran yang epektif.
Pemanfaatan internet sebagai bagian dari pembelajaran di sekolah itu tidak mudah yang dibayangkan, banyak hal yang harus dipelajari, diperhatikan dan dilakukan sungguh-sungguh dalam menerapkannya. Internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa sebagaimana syarat pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, dijabarkan secara sederhana bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengadakan tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas tersebut (Boettcher, 1999).
Strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran diskusi, membaca, penugasan, presentasi dan ilusi, secara umum keterlaksanaannya tergantung dari satu atau lebih dari 3 model dasar dialog komunikasi sebagai berikut (Boettcher, 1999):
-    Dialog/komunikasi antara guru dengan siswa.
-    Dialog/komunikasi antara siswa dengan sumber belajar.
-    Dialog/komunikasi di antara siswa.
Apabila ketiga aspek tersebut dapat diselenggarakan dengan komposisi yang serasi, diharapan akan terjadi proses pembelajaran yang optimal.
D.        Factor Pendukung Pembelajaran media Teknologi Informasi
Dasar untuk memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran dalam seting sekolah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan penanganan yang serius agar dapat berhasil, yaitu:
·   Faktor lingkungan, meliputi intitusi penyelenggaraan pendidikan dan masyarakat.
·   Siswa, meliputi usia, latar belakang, budaya, penguasaan bahasa dan gaya belajarnya.
·   Guru, meliputi latar belakang, usia, gaya mengajar, pengalaman dan personalitinya.
·   Factor teknologi, meliputi computer, perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet dan berbagai kemampuan tentang internet.
1.        Intitusi
Intitusi pertama yang dituntut adalah sekolah, sekolah harus menyediakan sejumlah dana untuk penyediaan peralatan (computer dan kelengkapannya, yang menyangkut internet), biaya perawatan alat tersebut, juga sumber daya manusia yang dapat mengajar di sekolah tersebut.
Intitusi lain adalah memberi kesadaran terhadap guru ataupun siswa tentang teknologi informasi dan komunikasi terutama tentang internet sebagai media pembelajaran. Terlihat hal yang paling mendasar dalam penerapan internet di sekolah adalah motivasi, kesiapan dan kesanggupan intitusi yang diwujudkan dengan suatu kebijakan yang menyeluruh.
2.        Masyarakat
Lingkungan keluarga adalah paling besar pengaruhnya anak menggunakan internet, maka itu keluarga diharapkan memberikan dorongan kepada anak untuk menggunakan internet terutama dalam pembelajaran karena sangat bermanfaat.
Hardijito (2001) dalam penelitiannya terhadap 210 siswa SMU dan SMK DKI Jakarta yang secara rutin mengakses internet, menentukan bahwa siswa yang rajin mengakses internet sebagian besar (55,7%) dating dari keluara yang semua anggotanya (orang tua, kakak, adik) menggunakan internet, dan (5,7%) dari keluarga yang sama sekali tidak mengunakan internet.
Selain keluarga, lingkungan paling dekat lainnya yang sangat mempengaruhi siswa menggunakan internet adalah teman sebaya.
3.        Guru
Keberhasilan pembelajaran berbasis internet ini secara signifikan ditentukan oleh karakteristik guru yang akan dilibatkan dalam pemanfaatan internet. Karena itu perlu diperhatikan hal-hal sebahai berikut:
·          Guru perlu diberikan pemahaman tentang internet keuntungan, kelebihan dan kekurangan dan sebagainya.
·          Guru harus diberi kesadaran, wawasan, pengetahuan tentang internet.
·          Guru harus memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup dalam hal mengajarnya.
·          Jumlah guru yang dilibatkan dalam pembelajaran harus sesuai dengan kebutuhan dan secara bertahap.
·          Guru harus mempunyai komitmen dan keseriusan dalam mengajar internet.
·          Guru tetap mengajar gaya mengajar masing-masing.
4.        Siswa
Dalam hal ini siswa adalah sasaran atau orang yang mendapat bimbingan atau pembelajaran internet, maka itu siswa haru menyadari dan mau untuk belajar internet ini, karena itu pembelajaran ini harus mampu menyerap, mendorong, memfasilitasi, dan membuat siswa mau mempelajarinya.
Wedde Smith (1956) menjelaskan bahwa konsumen pada dasarnya berbedsa, sehingga dibutuhkan program-program yang berbeda-beda pula untuk menjangkaunya. Kemudia diperkuat oleh Frederick Winter (1977) yang mengatakan bahwa averageckonsumen untuk kepentingan praktis sudah harus dihapuskan dalam kamus pemasaran (Kasali, 1999).
5.        Teknologi
Dalam pembelajaran internet untuk pembelajaran di sekolah, harus tersedia sejumlah computer yang bis mengakses internet, akan lebih baik komputer-komputer tersebut yang tersambung ke internet diletakan diruang yang sesuai, seperti laboratorium computer atau tempat strategis lainya. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi guru dan siswa dalam mengaksesnya.

 Oktober 29, 2008 -Wahidin
Disusun oleh:
Nama      : Ojim Suryana
Nim         :  0601990



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

PENDIDIKAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM DUNIA PERPUSTAKAAN SEKOLAH


Pendahuluan
Dewasa ini perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah berjalan dengan sangat pesat. Berbagai kemudahan memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia dalam hitungan detik, yang pada “zaman batu“ dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin, kini telah menjadi kenyataan. Dengan teknologi yang luas ini hanyalah sebuah desa yang global yang kecil, through ICT this big world is only a global little village.
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, sudah saatnya kita memanfaatkan teknologi informasi tersebut. Teknologi informasi akan memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya kebutuhan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak semuanya diperoleh dalam lingkungan sekolah.
Dalam pemanfaatan teknologi informasi diharapkan tingkat daya pikir serta kreativitas guru dan siswa serta masyarakat dapat berkembang dengan pesat. Seorang guru akan dengan mudah mencari bahan-bahan ajar yang sesuai dengan bidangnya, seorang siswa dapat mendalami ilmu yang didapatkan dengan didukung kemampuan untuk mencari informasi tambahan di luar yang diajarkan oleh guru. Informasi yang didapat bisa diperoleh dari perpustakaan sekolah.
Salah satu fungsi dari perpustakaan sekolah adalah mengembangkan pendidikan, yakni memberikan kepada pengguna untuk dapat memanfaatkan seluruh informasi yang disajikan oleh perpustakaan (Karmidi,1999:50).
Untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, perpustakaan harus menyediakan berbagai informasi dan berusaha mempertemukan antara pengguna dengan informasi yang disediakan. Perpustakaan diharapkan mampu mengikuti tuntutan dan perkembangan informasi yang ada, tampil penuh percaya diri, dan memfungsikan dirinya sebagai penyaji informasi yang andal.
Fungsi, peran, dan usaha perpustakaan hingga kini tampaknya belum dapat diraih dan terpenuhi sebagaimana mestinya. Hal itu dapat ditunjukkan dengan masih saja ada keluhan para pengguna perpustakaan, yang masih kecewa karena pelayanan yang tidak memuaskan, lantaran informasi yang dibutuhkan tidak tersedia di perpustakaan.
Perpustakaan yang dikatakan sebagai jantungnya dunia pendidikan masih sakit dan belum
kunjung sembuh. Sekilas Kegiatan Pelayanan Perpustakaan Sekolah Kegiatan pelayanan perpustakaan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi penyedia layanan dan dari sisi pemakai layanan. Dari sisi penyedia layanan, kegiatan pelayanan perpustakaan meliputi:
1. Pengadaan pustaka: pembelian, pelangganan, pencarian/pengumpulan.
2. Penyiapan pustaka: antara lain, pemberian label, dan katalogosasi.
3.  Pemberian layanan: antara lain, penempatan pustaka di rak, pengeluaran pustaka untuk dipinjamkan (sirkulasi), dan seringkali pula: mencarikan pustaka atas permintaan pengguna layanan.
4. Pemeliharaan pustaka: perbaikan dari kerusakan, pemeliharaan agar tidak rusak, penyimpanan dalam media lain (misal: dari buku ke CD-ROM). Selain itu, penyedia layanan juga menyediakan ruang beserta sarana-prasarana yang diperlukan untuk kegiatan penggunaan layanan perpustakaan.
Dari sisi pengguna layanan, terdapat beberapa kegiatan sebagai berikut:
· Mencari pustaka: mencari dari katalog, menelusuri rak-rak buku.
· Membaca/memanfaatkan pustaka (di ruang perpustakaan)
· Meminjamkan pustaka (untuk dibawa ke luar perpustakaan)
Seringkali pengguna layanan juga melakukan kegiatan menyalin isi pustaka dengan cara
menulis di buku catatannya atau mengfotokopi isi pustaka. Selain itu, sering pula pengguna
layanan meminta bantuan staf perpustakaan untuk mencari pustaka. Pustaka yang dimaksud di atas meliputi media cetak (antara lain: buku, majalah, surat kabar), media elektronis (antara lain: berkas elektronis di disk, CD, internet) dan media foto/slide.
Perkembangan Sistem Komputer Perpustakaan Sekolah Dalam laporannya pada tahun 1972, Line mengemukakan dua alasan yang berkaitan dengan pengembangan system computer di perpustakaan, yaitu penyediaan jasa dengan biaya yang murah dan perolehan keuntungan dengan pengeluaran yang minimal. Pengembangan system tersebut memungkinkan penyediaan akses pada online catalog di perpustakaan dan penelusuran yang luas pada literatur-literatur tertentu yang sudah tersimpan dalam CD-ROM serta kemampuan untuk pembuatan informasi manajemen.
Pengembangan system computer adalah untuk menyediakan suatu system standar yang bisa dipakai bersama di antara perpustakaan yang bekerja sama. Alasan lain adalah dengan system berbasis computer, tugas-tugas yang diemban oleh perpustakaan dapat diselesaikan secara lebih akurat, cepat, dan terkontrol. Seperti dijelaskan di atas, teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi data. Teknologi komputer, secara umum, dapat dikatakan terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras terdiri dari:
1. Peralatan pemasukan data (input): antara lain, keyboard, bar code scanner
2. Peralatan pengolahan data (processor): CPU (Central Processing Unit)
3. Peralatan penampilan keluaran data (output): layar/monitor, pencetak/printer
4. Penyimpanan data (storage): disket, hardisk, CD.
Kemajuan teknologi perangkat keras cenderung menuju pengecilan ukuran perangkat keras, tetapi dibarengi oleh peningkatan kecepatan pengolahan dan penampilan data serta pelipatgandaan kapasitas penyimpanan. Selain itu, harga semakin relatif lebih murah. Untuk mengendalikan perangkat keras diperlukan perangkat lunak. Secara umum, perangkat lunak dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu yang pertama: kelompok aplikasi umum, dan yang kedua: aplikasi khusus. Aplikasi umum digunakan oleh “semua” kegiatan, antara lain meliputi:
1. Perangkat lunak pengolah kata (word processor): untuk menyusun dokumen tertulis/naratif.
2. Perangkat lunak pengolah angka (spreadsheet): untuk melakukan perhitungan dan membuat grafik dari hitungan.
3. Perangkat lunak pengolah data (database): untuk melakukan pemasukan, pengolahan, pengorganisasian, penyimpanan dan pengambilan kembali data, secara cepat dan akurat.
4. Perangkat lunak pengolah gambar: untuk membuat gambar dan mengolah foto menjadi gambar elektronis yang mudah diubah-ubah.
5. Perangkat lunak presentasi multimedia.
Selain aplikasi yang umum, banyak terdapat pula aplikasi yang khusus dibuat untuk kegiatan tertentu, misal: perangkat lunak sirkulasi pustaka. Data kepustakaan pada saat ini dapat diakses dari jarak jauh lewat kabel atau udarra (gelombang radio) dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Dengan berbekal computer dan modem serta sambungan telpon, seseorang dapat menelusuri kepustakaan besar di dunia dari jarak jauh (dengan fasilitas internet). Akses dengan teknologi komunikasi semakin cepat dan berkapasitas semakin besar yang memungkinkan pengiriman gambar secara multi media dan interaktif. Perkembangan Teknologi Perpustakaan Sekolah di Indonesia
Dalam konteksi Indonesia, teknologi informasi baru mulai berkembang satu setengah dasawarsa terakhir, sedangkan pada perpustakaan baru terlihat secara signifikan pada paro terakhir tahun 1990-an. Pada pertengahan tahun 1990-an jumlah perpustakaan yang memanfaatkan untuk pembuatan catalog tercetak juga masih sangat sedikit. Hal yang sangat menggembirakan adalah respons teknologi yang dikembangkan oleh perpustakaan IPB Bogor. Ia mengembangkan perangkat lunak CDS/ISIS dengan berbagai proses modifikasi yang selanjutnya mengadakan kerjasama pemasangan system perangkat lunak tersebut.
Era tahun 2002-an, perkembangan dan kemajuan teknologi yang pesat menantang pustakawan dan staf perpustakaan ataupun pusat-pusat informasi untuk berbenah diri. Karena tanpa respons yang positif terhadap teknologi, mereka akan ditinggalkan oleh pemakai dan tergilas oleh derasnya informasi. Sebagian besar perpustakaan, baik perpustakaan umum, sekolah, perguruan tinggi, dan perpustakaan khusus telah membuka jaringan internet yang memungkinkan akses ke seluruh dunia dan melakukan diskusi ataupun seminar jarak jauh. Hal ini juga terkait dengan banyaknya perpustakaan sekolah pada era teknologi ini memanfaatkan beberapa perangkat lunak yang ada digunakan untuk system pelayanan. Sistem pelayanan yang cepat, mudah dan akurat dapat membantu para pemakai.
Pelayanan Perpustakaan didukung Kemajuan Teknologi Informasi Perkembangan teknologi saat ini sangat besar pengaruhya terhadap individu maupun organisasi dalam mengakses informasi. Fasilitas jaringan (network) nasional dan internasional berkembang dengan pesat. Information superhighway yang dibangun di seluruh dunia dapat menghubungkan pemakai pada layanan informasi digital melalui jaringan telekomunikasi global. Hal itu berimbas pada cakupan kerja perpustakaan. Ragam akseske layanan perpustakaan tidak lagi dibatasi oleh jarak dan memungkinkan untuk banyak orang.
Seperti dijelaskan dimuka, kegiatan pelayanan perpustakaan dapat dilihat dari dua
sisi, yaitu dari sisi penyedia layanan dan dari sisi pemakai layanan. Pada kedua sisi dibahas pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung tiap kegiatan.
Dari sisi penyedia layanan, pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung
kegiatan pelayanan perpustakaan meliputi:
1. Pengadaan bahan pustaka: pembelian, pelangganan, pencarian / pengumpulan
Pencarian informasi pustaka yang dijual oleh penerbit di dunia dapat dilakukan lewat
akses internet; demikian juga, pemesanan maupun pembelian/pembayarannya dapat dilakukan lewat internet.
2. Penyiapan pustaka: antara lain, pemberian label dan katalogisasi Penyiapan pustaka dapat lebih lancar dan terintegrasi dengan memanfaatkan perangkat lunak umum (olah kata dan olah angka) maupun dengan perangkat lunak yang khusus dibuat untuk mendukung pengolahan pustaka.
3. Pemberian layanan
Pemberial layanan sirkulasi dan pencarian pustaka dapat didukung oleh suatu
sistem informasi yang khusus dibuat untuk itu.
4. Pemeliharaan pustaka
Penyimpanan pustaka dari bentuk buku ke dalam media berupa CD dapat dilakukan
dengan teknologi komputer. Dalam era informasi, perpustakaan perlu mempunyai ruang-ruang komputer yang dilengkapi dengan jaringan komunikasi data (LAN dan akses internet) serta CD-ROM berisi informasi pustaka.
Dari sisi pengguna layanan, kemajuan teknologi informasi perlu dimanfaatkan untuk mendukung beberapa kegiatan sebagai berikut:
1. Pencarian pustaka lewat katalog dapat dilakukan dengan bantuan suatu system informasi perpustakaan
2. Pembacaan/pemanfaatan pustaka (di ruang perpustakaan) tidak hanya dilakukan terhadap media cetak tetapi juga terhadap media elektronis (CD-ROM), disket, hardisk) dengan bantuan sistem komputer dan teknologi komunikasi data. Dengan memanfaatkan akses jarak jauh (LAN, WAN, Internet), pengguna layanan perpustakaan tidak harus berada dibangunan perpustakaan, tapi dapat berada dimanapun untuk membaca/memanfaatkan layanan perpustakaan (situasi ini biasa disebut sebagai virtual library- lihat Smith dkk, 1995).
3. Peminjaman pustaka di era informasi tidak lagi dibatasi oleh koleksi perpustakaan setempat, tapi mendunia (karena pustaka berupa berkas elektronis). Situasi seperti ini disebut sebagai library without walls. Untuk menyalin isi pustaka elektronis (CD-ROM, berkas internet) dapat dilakukan dengan mengkopinya ke disket milik pengguna.
Penutup: Aplikasi Teknologi Informasi Sistem Perpustakaan Sekolah di masa depan
Kemajuan teknologi informasi dapat dimanfaatkan dalam layanan perpustakaan
untuk lebih memperlancar, mempercepat dan mempernyaman layanan. Dengan teknologi
informasi, semua koleksi pustaka di beberapa perpustakaan yang berjauhan dapat diintegrasikan sehingga mempermudah pencarian pustaka oleh pengguna dari manapun.
Selain keuntungan dari teknologi informasi di atas, beberapa hal masih perlu mendapat
perhatian, antara lain:
1. Keterbatasan ketersediaan data untuk pengadaan perangkat teknologi informasi;
2. Kebiasaan membaca di kalangan kita yang belum tinggi;
3. Keterbatasan dana
Perkembangan teknologi juga membantu untuk pengembangan perpustakaan sekolah karena pertumbuhan era informasi maka perpustakaan sekolah dapat mengenal lebih pentingnya teknologidan tidak ketinggalan jauh dengan perpustakaan lainnya. Perpustakaan sekolah dapat membantu anak dalam mengembangakan ilmu dan pengetahuan.

Daftar Pustaka
Smith, A.M.; Owen, A; dan Reece, M (editors). 1995. The internet Unleashed 1996. Samnet Publications, Indianapolis, IN. (Terutama Part VIII: Using the Internet : Libraries).
* Achmad Djunaedi, Kepala UPT Pusat Komputer UGM.
Koswara,E.dkk.1998. Dinamika Informasi dalam Era Global. Bandung. Remaja
Rosdakarya.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer